Sesuai bersama dengan UU No 7. Tahun 2015, pihak importir bertanggung jawab seutuhnya pada barang yang sedang diimpor. Apabila importir melakukan pelanggaran atau tidak bertanggung jawab atas barang yang diimpor, maka dapat dikenakan sanksi administratif yaitu dicabutnya perizinan, persetujuan, pengakuan, dan penetapan di bidang Perdagangan.

blueraycargo.id

Importir adalah perseorangan, firma atau badan hukum yang membawa barang-barang perdagangan dari sumber luar negeri ke pasar domestik. Barang yang diimpor berikut sanggup digunakan sebagai mengolah atau untuk tujuan konsumsi. Importir terhitung sanggup dikatakan sebagai seseorang yang lakukan kesibukan import.

Kegiatan impor ditunaikan dikarenakan terkandung sejumlah manfaat yang dirasakan importir atau suatu negara. Negara-negara di dunia mungkin besar mengimpor barang atau jasa yang tidak bisa diproduksi oleh industri didalam negerinya seefisien atau semurah negara pengekspor. Negara juga bisa mengimpor bahan baku atau komoditas yang tidak tersedia di didalam perbatasannya.

Berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2006, impor adalah kesibukan memasukkan barang ke di dalam area pabean di dalam perihal ini lokasi negara Republik Indonesia.

Dalam melakukan aktivitas impor, pihak importir pasti juga perlu mematuhi ketentuan yang udah diberlakukan oleh Bea dan Cukai mengenai barang apa saja yang diperbolehkan masuk ke Indonesia, beberapa di antaranya yang dilarang adalah makhluk hidup, obat terlarang, perdagangan manusia maupun hewan, benda yang punya kandungan pornografi, dan senjata api berbahaya.

Syarat Menjadi Importir

Untuk mampu jadi importir yang terpercaya, Anda perlu memenuhi beberapa syarat di bawah ini:

Telah membawa perusahaan berbadan hukum bersama dengan dokumen lengkap yang terdiri dari akte perusahaan, NPWP, SIUP, surat info domisili perusahaan, isyarat daftar perusahaan, dan dokumen basic perusahaan lainnya.

Memiliki dokumen API beserta nomor registrasi importir yang resmi didapatkan dari Departemen Perdagangan/Kementerian Perdagangan.

Memiliki NIK (Nomor Induk Kepabeanan) dan nomor registrasi yang udah diperoleh setelah melakukan registrasi ke Bea Cukai.

Memiliki dan menyiapkan dokumen API untuk importir secara umum.

Memiliki dan menyiapkan dokumen APi untuk importir produsen yang mempunyai pabrik.

 

By admin